bagi-bagi cerito tentang urip, trisno, pengarepan, lan sak sembarange
Senin, 21 November 2011
Jumat, 18 November 2011
Selasa, 08 November 2011
Sabtu, 05 November 2011
Jumat, 04 November 2011
Kamis, 03 November 2011
Pelajaran dari Pak Bambang
kegiatan:
pagi hari, bangun seperti biasa, subuh agak telat2 dikit. niatnya ingin mengerjakan skripsi. tetapi pada nyatanya sekitar jam 7 pagi dipanggil bapak ke rumah disuruh membawa beberapa kunci pas untuk memperbaiki speda motor tua (Yamaha RX). Tak hanya itu, dirumah juga disugui beberapa nasehat yang bermanfaat serta pangalaman-pengalaman yang berharga. tak lama kemudian ada teman bapak yang bernama pak Bambang yang tidak lain adalah pemilik beberapa Depo Air minum di Malang. mengajarkan betapa pentingnya memberi antar sesama. beliau pernah menggratiskan air saat bulan puasa, dalam pikirannya karena air bukan miliknya dan apa-apa yang ada di bumi ini adalah titipan.
pak Bambang berkata
"memberi jangan menunggu diminta, tp berilah sebelum diminta" ada lagi "jika kamu loman (suka memberi), maka Allah juga akan loman padamu" .
jam 09.00 rapat majalah SUARA AKADEMIKA, pak aziz becerita tentang pengalaman saat di jakarta. LUAR BIASA
next jam 14.30 pergi ke Lawang untuk latihan bersama rekan se-Band (The Saemen). kita memantabkan latihan 3 lagu untuk persiapan manggung di Bale Barong (Cafe ajeb2 gtu deeeh) tanggal 6 nov 2011. semua ini dilakukan atas dasar mengejar mimpi "punya band terkenal" hehe
yaaa sperti biasa, sms.an sm Fika, tp kurang direspon sepertinya dan membuatku cukup bingung sebenarnya dia ada rasa sama aq gk seh... >_< . wanitaaaaaa sukanya bikin bingung. aq bisa melihat dia begitu bimbang dalam memilih pasangan hidup. lupakan ato teruskan ???.. mbohh wesss...
cantik siii.... tp rela bagi2 ?? :P

aq juga mulai melirik cewek baru namanya Adelia anak UIN, jurusan Hukum Bisnis Syariah. hehe
cantik siii.... tp rela bagi2 ?? :P

aq juga mulai melirik cewek baru namanya Adelia anak UIN, jurusan Hukum Bisnis Syariah. hehe
mbooh wesss . hahaa ..ya Allah beri aq yang terbaik saja menurut-MU
<<<
sdikit gila, tp slalu bkin aku ktawa :D
<<<
sdikit gila, tp slalu bkin aku ktawa :D
Selasa, 01 November 2011
Menulis Diary (buku harian) berarti Menulis Rencana Allah
menulis diary = menulis kisah kehidupan kita yang tidak lain adalah menulis yang telah direncanakan Allah kepada kita. banyak koreksi yg bisa kita liat di buku itu. dengan begitu kita lebih menghargai hidup dan berfungsi sebagai riwayat kehidupan
untuk itu, sekarang melalui blog ini saya ingin belajar menulis diary. merekam memori2 yg berharga.
tak ada kata terlambat untuk memulai...
buat anda yg belum menulis diary, saya sarankan mulailah sekarang, agar kita semua mengenal siapa diri kita sebenarnya, dan lebih menghargai hidup
sumber: http://nursalam.wordpress.com/2011/06/09/lets-talk-about-diary/
Diary, sesuatu yang personal dan kini lebih cenderung terbuka dalam metamorfosisnya berbentuk situs atau blog atau bahkan buku seperti Raditya Dika dengan catatan hariannya yang konyol dan segar. Tapi rupanya pertanyaan-pertanyaan klasik seputar apa manfaat menulis diary masih juga ada hingga kini. Seperti yang tercermin dalam pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
Ass.wr.wb.
Kak, saya mau tanya:
1.Apa benar menulis diary hanya membuang-buang waktu saja dan membuat kesal?
2.Mengapa diary selalu dijadikan alat tuduhan dikala hati saya sedang galau?Padahal saya menulisnya berdasarkan saran darimu,lho….
3.Apa manfaat lain diary selain melukiskan perasaan? Apa boleh ditambah dengan sinopsis acara favorit atau sejenisnya?
4.Saya sering dan suka sekali menulis diary. Tapi kadang-kadang ketahuan juga. Padahal saya tidak ingin hal itu diketahui oleh orang lain. Bagaimana caranya agar saya bisa leluasa menulis tanpa ketahuan orang lain? Apakah saya harus bersembunyi di gudang untuk menulisnya?
5. Oh ya, ini tentang novel. Dalam menulis novel, saya selalu mengalami stagnasi.Tolong jelaskan bagaimana caranya agar saya bisa lancar melakukannya tanpa ada stagnasi? Apakah syarat-syarat menulis novel?
Itu saja.
Wass.wr.wb
Nn. Viny (bukan nama sebenarnya)
Jawaban:
• Tidak benar sama sekali jika menulis diary hanya merupakan pemubaziran waktu. Menulis apapun seperti halnya membaca hatta sebuah curahan kekesalan adalah bentuk pekerjaan intelektual yang melibatkan kerja otak dan bahkan perasaan. Sudah banyak penelitian yang membahas manfaat menulis terhadap kesehatan mental dan bahkan kesehatan fisik. Taslima Nasreen, seorang penulis dari Bangladesh, menyatakan bahwa menulis dapat membuat kita awet muda. Dalam novelnya, The Alchemist, Paulo Coelho bahkan menyarankan, setiap kali kita sedih, untuk menuliskan kesedihan dan melarungkannya ke sungai agar kesedihan tersebut hilang. Dalam banyak literatur medis dan terapi psikologi, cara pengenyahan kesedihan tersebut diadopsi sebagai trauma healing. Cobalah merujuk banyak buku teori penulisan, dan lakukan pencarian di Google tentang hubungan menulis dan kesehatan. Sementara dari sisi teknis, practice makes perfect. Semakin banyak berlatih menulis terlebih lagi secara rutin seperti menulis diary maka semakin sempurna tulisan kita asalkan ditopang dengan banyak membaca dan berdiskusi.
• Dijadikan alat tuduhan? Terus terang saya tidak mengerti betul inti pertanyaannya. Barangkali ini terkait dengan masalah pribadi atau rumah tangga ya. Tapi jika maksudnya diary dijadikan kambing hitam sebagai pelarian atas kekesalan seseorang ya memang itulah fungsi dasar diary. Dari jaman Ibnu Batutah (sang pengelana Arab) hingga Robinson Crusoe dan era diary dalam bentuk blog, seperti itulah fungsi primer diary. Tidak ada yang salah dengan itu. Yang salah ya yang coba-coba mengintip diary kita meski sudah terkunci dalam lemariJ.
• Yup, selain melukiskan perasaan, menulis diary melatih keterampilan teknis menulis dan juga menyembuhkan trauma. Tentu saja sah-sah saja dan sangat boleh jika ditambah dengan sinopsis acara favorit atau resep masakan. Terutama jika diary kita dalam bentuk blog atau website. Tapi ada tren saat ini yakni orang punya banyak blog (atau lebih dari satu blog) untuk satu tujuan (personalized purpose), misal blog di Facebook untuk curhat atau sarana pergaulan atau sosialisasi saja, sementara di Multiply atau WordPress atau Blogspot atau Kompasiana isinya gado-gado. Itu sah-sah saja. Prinsipnya, bebas euy!
• Ya, saya kira itu soal pintar-pintarnya kita menyiasati keadaan. Sekadar berbagi, saya dan beberapa teman yang punya kebiasaan menulis diary juga mengalami kasus yang sama. Saat SMP hingga masa kuliah, saya menyiasatinya dengan menulis diary di tengah malam saat semua anggota keluarga sudah tidur. Dan menyimpannya di satu tempat khusus di pojok lemari buku. Itu pun masih diselubungi plastik biar tersamar. Yah, perlakukanlah ia bagai harta karun. Karena kita tidak tahu kapan catatan kecil tersebut yang kita “tabung” setiap hari menjadi bahan buku atau novel yang hebat. Jadi, selamat bergerilya menulis diary!
Mungkin suatu kali kita akan menikmati pengalaman tersebut sebagai sebuah lelucon kehidupan. So, be relax and enjoy your diary writing time!
• Ada banyak kiat mengatasi stagnansi menulis atau writer’s block dari para penulis besar dunia. Termasuk Ernest Hemmingway, sang sastrawan peraih Nobel sastra dari Amerika Serikat. Hemmingway, jika mentok dan tidak punya ide untuk menulis, justru akan menulis apa saja. Pengalaman praktisnya mengatakan bahwa dalam sekian menit pertama memang tampak tak ada korelasi apapun antara setiap kata yang kita tulis dengan metode asal-asalan tersebut. Tapi sepuluh menit berikutnya akan ada pikiran utama atau ide yang bisa dikembangkan menjadi sebuah tulisan. Dan, ingat, waktu Hemmingway mempraktekkan hal itu, belum ada komputer seperti yang sekarang kita punya. Jadi di zaman modern ini tentu kita bisa lebih mudah menulis tanpa kehilangan ide dibandingkan Hemmingway yang masih menulis dengan mesin ketik. Soal syarat menulis novel, sama seperti tulisan yang lain: punya niat dan terutama punya nafas panjang. Menulis cerpen ibarat lari sprint, sementara menulis novel ibarat lari marathon. Taktik dan persiapannya tentu beda. Soal ini, untuk lebih spesifik, banyak buku yang dapat menjadi rujukan seperti panduan menulis novel dll.
Selamat menulis! Dan rayakan setiap keberhasilan dalam menulis, apapun bentuknya (diary, opini dll) sekecil apapun ia!
mengerjakan skripsi harus dengan mood yang baik
ujian kesabaran yang sebenarnya saat kuliah adalah saat di semester akhir. Rasa malas itu mulai datang, kita terkadang lupa akan tanggung jawab kita, terlebih lagi saat mengerjakan skripsi, kita jadi molor beberapa semester gara-gara skripsi. menginjak bab 4 rasanya jyaaaaaan masyaAllah beratnya.. haha.. sbenarnya jika dikerjakan dengan tekun sebulan saja sudah selesai.
maka dari itu mengerjakan skripsi harus dengan mood yang baik. Usaha agar mood tetap baik biasanya dilakukan dengan mendengarkan musik, memasang wangi-wangian di kamar, membeli camilan. dll. jika masih malas kita bisa menggunakan kekuatan "cinta" haha. yaaaa for example minta dukungan dari sang kekasih atau hanya telpon sejenak. dengan begitu mood akan kembali menjadi baik.
maka dari itu mengerjakan skripsi harus dengan mood yang baik. Usaha agar mood tetap baik biasanya dilakukan dengan mendengarkan musik, memasang wangi-wangian di kamar, membeli camilan. dll. jika masih malas kita bisa menggunakan kekuatan "cinta" haha. yaaaa for example minta dukungan dari sang kekasih atau hanya telpon sejenak. dengan begitu mood akan kembali menjadi baik.
yang belum punya kekasih hati, bisa menggunakan kekuatan "cinta" dari orang tua atau saudara, tp jangan lupa. segera cari kekasih yaaaaa... karena kita terlahir berpasang-pasangan :-)
kawan, tetap optimis yaaa
mmm mungkin lagu ini bisa menemani kawan2 semua yg lg ngerjain skripsi.
mmm mungkin lagu ini bisa menemani kawan2 semua yg lg ngerjain skripsi.
promo dikit laaaah
neh download lagu band saya THE SAEMEN - ITULAH HIDUP
di www.reverbnation.com/thesaemen
neh download lagu band saya THE SAEMEN - ITULAH HIDUP
di www.reverbnation.com/thesaemen
Langganan:
Postingan (Atom)
